November 21, 2019

Berita Fajar

Berita Terupdate & Terpercaya

Waspada Saldo OVO Anda Bisa Dipotong Diam-diam Oleh Driver Online Nakal, Ini Modusnya

Belum lama ini, Tribunsumsel.com menemukan modus pemotongan saldo OVO yang dilakukan oknum driver transportasi online nakal.

Dikutip dari Tribunsumsel.com, diam-diam oknum tak bertanggung jawab ini mereka memotong saldo OVO melebihi tarif yang disepakati di awal.

Tiara, wartawan Tribunsumsel.com, mengaku kaget saat saldo OVOnya mendadak berkurang dari pemakaian yang ia ingat sebelumnya.

Usut punya usut, ternyata saldo OVOnya dipotong diam-diam oleh driver Grab Bike yang ia akui ia pakai jasanya sebelumnya.

Menurut Tiara, kejadian ini bermula ketika sehari sebelumnya ia yakin betul memiliki saldo Ovo sebesar Rp 52 ribu.

Tiara mengaku mengunakan jasa Grab Bike dengan tarif Rp 6000.

“Artinya saldo saya masih ada Rp 46 ribu,” kata Tiara.

Namun keeseokan harinya saat ingin menggunakan saldo OVOnya untuk keperluan memakai jasa Grab Bike lagi, Tiara kaget melihat saldonya sudah tinggal Rp 32 ribu.

“Karena pemotongan hanya Rp 6000 saya tidak begitu ambil pusing awalnya. Mungkin ada hal yang tidak saya ingat dan terpakai, namun memang tetap mengganjal di pikiran,” kata Tiara.

Tapi kemudian Tiara mengaku jika salah satu temannya sempat mengalami hal serupa.

Kepada Tiara, sang teman bercerita, “Minggu lalu saya dari Stihpada ke Kompleks Citra Grand City tarifnya cuma 12 ribu, saldo saya 100.000,” katanya. (Artinya saldo masih ada Rp 88 ribu).

Menu edit di aplikasi Grab yang dipegang driver. Modus pemotongan saldo adalah dengan cara mengisi menu edit yang ada di tampilan.
Menu edit di aplikasi Grab yang dipegang driver. Modus pemotongan saldo adalah dengan cara mengisi menu edit yang ada di tampilan. (Repro/Tribun Sumsel)

“Tapi pas mau pesan lagi, dan disitu ada keterangan saldo saya tinggal Rp 52.000. Saya cek lagi ternyata itu dari Grab Car,” kata Tiara menirukan cerita temannya.

Ia mengungkapkan mengetahui hal tersebut setelah memeriksa riwayat di aplikasi.

“Yah mau bagaimana kalau tidak dikasih penilaan tidak bisa pesan lagi, aku sudah email ke Grab langsung, namun hingga kini belum ada tanggapan,” katanya.

Tiara lalu mewawancarai sejumlah Driver Grab untuk mengetahui kebenaran hipotesa alias dugaan awal adanya oknum driver nakal yang diam-diam memotong saldo.

Dari sini ternyata terbongkar modusnya.

Seorang driver Grab Car yang diwawancarai Tiara menjelaskan memang ada beberapa rekannya yang sering memotong saldo OVO milik penumpang.

“Hati-hati jika membayar pakai ovo. Penumpang sering kali tidak sadar bila saldo OVOnya berkurang melebih tarif bayar yang ada di aplikasinya,” kata sang driver yang tak mau disebutkan namanya.

Sang driver turut menjelaskan modus kecurangan itu.

Menurutnya, di aplikasi yang dipegang driver ada menu edit tarif.

Edit ini untuk menambahkan biaya-biaya lainnya semisal tol dan parkir.

Menu edit di aplikasi Grab yang dipegang driver. Modus pemotongan saldo adalah dengan cara mengisi menu edit yang ada di tampilan.
Menu edit di aplikasi Grab yang dipegang driver. Modus pemotongan saldo adalah dengan cara mengisi menu edit yang ada di tampilan. (Repro/Tribun Sumsel)

Tanpa sepengetahuan penumpang, driver mengisi menu edit tersebut.

“Biasanya sasarannya penumpang yang buru-buru. Penumpang itu langsung percaya dan tak melihat driver menyelesaikan menu pemotongan tarifnya,” kata sang driver.

Sang driver juga memberi saran agar penumpang harus menunggui driver menyelesaikan langkah konfirmasi dengan memeriksa tarif akhir.

“Jadi jangan langsung turun dan pergi. Tunggui driver tadi menyelesaikan atau menekan tobol konfirmasi,” katanya.

“Sambil ajak ngobrol lihatin dia sudah menyelesaikan apa belum, atau boleh langsung ditanyakan menunggu driver sampai menyelesaikan,” sarannya.

Di lain tempat, Taufik seorang driver Grab Car lainnya bercerita jika modus ini memang bisa dipakai bagi para driver yang masih menggunakan aplikasi lama alias belum di upgrade.

“Tapi kalau sekarang di aplikasi yang baru pilihan menu edit itu sudah tidak ada lagi. Mungkin ini untuk memfasilitasi keluhan pelanggan,” katanya.

Editor: Ahmad Sadam Husen(palembang.tribunnews.com)