BATANG, BERITAFAJAR.COM – Ratusan warga di Kabupaten Batang diduga menjadi korban penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja dapur MBG. Para calon pekerja diminta membayar uang sebesar Rp250 ribu per orang dengan iming-iming akan dipekerjakan, namun hingga kini pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.
Kasus ini menimbulkan keresahan di masyarakat karena jumlah korban yang diduga mencapai ratusan orang dari berbagai desa di wilayah tersebut.
Warga Diminta Bayar untuk Masuk Grup WhatsApp
Salah satu warga Desa Wonorojo berinisial W mengaku sempat ditawari pekerjaan oleh seseorang berinisial BD, yang juga merupakan warga setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, BD mengaku sebagai petugas rekrutmen tenaga kerja dapur MBG dan menawarkan pekerjaan kepada warga yang membutuhkan.
Namun ada syarat yang harus dipenuhi oleh calon pekerja.
Setiap orang diminta membayar uang sebesar Rp250 ribu agar bisa dimasukkan ke dalam grup WhatsApp yang berisi ratusan pendaftar lainnya.
“Pernah saya ditawari kerja. Katanya kalau mau kerja harus bayar Rp250 ribu, setelah itu dimasukkan ke grup WA. Saya ikut saja, soalnya memang butuh pekerjaan,” ujar W kepada wartawan.
W mengaku berharap mendapatkan pekerjaan tetap, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan terkait pekerjaan yang dijanjikan.
Koordinator Kecamatan Mengaku Hanya Menjalankan Perintah
Sementara itu, BD saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya hanya bertindak sebagai koordinator tingkat kecamatan.
Ia mengaku menjalankan perintah dari seseorang berinisial F, yang disebut sebagai koordinator kabupaten.
“Uang Rp250 ribu dari warga atau calon pekerja kita serahkan semuanya kepada F selaku koordinator KIMC kabupaten, warga Banaran Selopajang Barat,” ungkap BD.
F diketahui merupakan warga Dukuh Banaran, Desa Selopajang Barat, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
Koordinator Kabupaten Sulit Dihubungi
Awak media sempat mencoba menghubungi F melalui sambungan telepon untuk meminta klarifikasi.
Dalam percakapan singkat tersebut, F mengaku sedang berada di luar kota dan berjanji akan mengembalikan uang milik para warga yang telah mendaftar.
Namun hingga kini F justru tidak dapat dihubungi kembali dan keberadaannya tidak diketahui.
Akibatnya, ratusan warga yang telah membayar uang pendaftaran masih menunggu kejelasan dan pertanggungjawaban.
Warga Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan
Para korban berharap Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan penipuan ini.
Mereka khawatir kejadian serupa kembali terjadi dan menimpa masyarakat lain yang sedang mencari pekerjaan.
Kasus dugaan penipuan rekrutmen kerja ini kini menjadi perhatian warga Kabupaten Batang karena melibatkan banyak korban dengan modus yang memanfaatkan kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan.






